Kemajuan
teknologi semakin cepat dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu teknologi yang
mengalami perkembangan pesat adalah teknologi komunikasi yang sekaligus
mendorong arus globalisasi. Komunikasi telah menjadi unsur vital dalam
kehidupan di zaman modern. Semakin banyak manusia, maka semakin banyak pula
komunikasi yang terjadi. Oleh karena itu, para pengembang terus meningkatkan
kemampuan teknologi komunikasi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
GPRS (General Packet Radio Service) adalah
layanan transfer data untuk ponsel GSM dengan kecepatan antara 56 – 114 kb/s.
Transfer data sendiri di sini adalah aktivitas transfer data baik itu dalam
bentuk layanan GSM seperti WAP (Wireless Application Protocol), SMS (Short
Messaging Service) over GPRS, dan MMS (Multimedia Messaging Service),
tapi juga transfer data internet, baik itu email dan akses WWW (World Wide
Web).
Tarif untuk layanan GPRS ini sendiri berdasarkan
besaran data yang didownload dan diupload (biasanya tarif per kb). GPRS sendiri
mempunyai 3 class berkaitan dengan penggunaan akses data dan fungsi GSM standar
(voice/telepon dan sms), yang pertama yaitu GPRS class C, dimana kita harus
melakukan switching secara manual antara akses data dengan fungsi dasar GSM
(voice dan sms). GPRS class B berada di atas class C, yaitu kita tidak perlu melakukan
switching secara manual, tapi secara otomatis switching data akan berlangsung,
misalnya pada saat kita melakukan akses data, dan kita melakukan aktivitas
telpon atau sms, maka secara otomatis proses akses data akan berhenti dan
berjalan kembali secara otomatis setelah aktivitas telepon atau sms berakhir.
Generasi terakhir adalah GPRS class A, dimana antara aktivitas akses data dan fungsi dasar GSM (voice dan sms) bisa berjalan bersama, jadi akses data tidak akan terputus saat kita menerima/melakukan telepon atau sms, karena keduanya bisa berjalan bersama-sama.
Kemunculan GPRS
didahului dengan penemuan telepon genggam generasi 1G dan 2G yang kemudian
mencetuskan ide akan penemuan GPRS. Penemuan GPRS terus berkembang hingga
kemunculan generasi 3G, 3,5G, dan 4G. Perkembangan teknologi komunikasi ini
disebabkan oleh keinginan untuk selalu memperbaiki kinerja, kemampuan dan
efisiensi dari teknologi generasi sebelumnya. Generasi 1G: analog, kecepatan
rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone)
dan AMPS (Analog Mobile Phone System). Generasi 2G: digital, kecepatan rendah
sampai menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. 2G merupakan jaringan telekomunikasi
seluler yang diluncurkan secara komersial pada GSM di Finlandia oleh Radiolinja
pada tahum 1991. Generasi 3G : digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk
pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan
CDMA2000 1xEV-DO. Generasi 3,5G: memungkinkan akses internet yang lebih cepat.
Contoh: HSDPA. Generasi 4G : merupakan Long Term Evolution (LTE) yakni, evolusi
dari teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2,
sehingga sulit untuk dibedakan dengan jelas antara teknologi 3G dan 4 G.
Contoh: Wimax Mobile Standard.
Pengembangan GPRS
Generasi 2,75G
Generasi
2,75G dikenal dengan generasi EDGE. EDGE diperkenalkan oleh AT&T di Amerika
Serikat pada tahun 2003. Secara teknis sebetulnya EDGE telah memenuhi standar
3G yang ditetapkan oleh ITU. Teknologi ini dapat mengirimkan data lebih cepat
dari 2.5G. EDGE
(Enhanced Data for Global Evolution) sendiri adalah teknologi
perkembangan dari GSM yang rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS.
Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps.
Generasi 3G
![]() |
| Handphone 3G |
Teknologi
3G terbagi menjadi GSM dan CDMA. Teknologi 3G sering disebut dengan mobile
broadband karena keunggulannya sebagai modem untuk internet yang dapat dibawa
ke mana saja. Perkembangan teknologi 3G secara komersial dimulai pada Oktober,
2001, ketika NTTDoCoMo dari Jepang dengan teknologi W-CDMA menjual produknya
untuk pertama kali secara terbatas. Kemudian disusul oleh SK Telecom, Korea
Selatan pada tahun 2002 dengan teknologi 1xEV-DO, diikuti oleh KTF dari Korea
Selatan dengan teknologi EV-DO. Keberhasilan layanan 3 G di kedua negara ini
disebabkan oleh faktor dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan
biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas
operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone).
Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka,
memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea
Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di
dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
Di
Eropa, dipelopori oleh British Telecom dan Telenor dengan teknologi W-CDMA pada
Desember 2001. Di Amerika Serika jaringan 3G dipelopori oleh Monet Mobile
Networks dengan teknologi CDMA20001xEV-DO, diikuti oleh Verizon Wireless pada
tahun 2003. Di Australia jaringan 3G komersial pertama kali diperkenalkan oleh
Hutchinson Telecommunication dengan nama Three pada bulan maret 2003. Pada
bulan Desember 2007 jaringan 3G telah dioperasikan di 40 negara dan 154
jaringan HSDPA telah beroperasi di 71 negara, dan 200 juta pelanggan telah
terhubung melalui jaringan 3G. Perkembangan teknologi 3G mengharuskan
pengaturan spektrum secara global, melalui penyediaan pita (band) yang lebih
luas. Adanya teknologi 3G sebagai hasil pengembangan teknologi generasi kedua,
yaitu hasil perkembangan evolusioner, yang masih menggunakan perangkat jaringan
2G yang diperluas dan hasil perkembangan revolusioner yang memerlukan jaringan
dan alokasi frekuensi yang sama sekali baru. Secara evolusioner, IMT-2000 telah
menerapkan dua macam evolusi ke 3G, yakni dari 2G CDMA standard IS-95 (cdmaOne)
ke IMT-SC (cdma2000) dan dari 2G TDMA standars (GSM/IS-136) ke IMT-SC (EDGE).
Secara revolusioner, IMT-2000 membangun alokasi spektrum yang baru terkait
tuntutan saluran yang makin luas.
Generasi 3,5G
![]() |
| Handphone 3,5G |
Generasi 4G
![]() |
| Handphone 4G |
Belakangan
ini industri nirkabel mulai mengembangkan teknologi 4G, meskipun sebenarnya
teknologi 4G ini seperti Long Term Evolution (LTE) hanya merupakan evolusi dari
teknologi 3GPP dan Ultra Mobile Broadband (UMB) berasal dari 3GPP2, sehingga
sulit untuk membedakan dengan jelas teknologi 3G dan 4 G. Salah satu teknolgoi
4G yaitu WiMax mobile standard telah diterima oleh ITU untuk ditambahkan pada IMT-2000,
sehingga teknologi baru ini masih digolongkan ke dalam keluarga 3G.
International Telecommunication Union (ITU) sedang mempelajari kemampuan mobile
broadband yang disebut IMT-advanced yang disebut teknologi generasi keempat
(4G). Diharapkan ITU segera melaksanakan penggunaan IMT-2000 (3G) dan
IMT-Advanced (4G), konsekuensinya ITU harus menambah pita baik dibawah 1 GHz
maupun diatas 2GHz.
1G, 2G, 3G, 4G, 5G
Pertama
harus diketahui adalah huruf “ G ” di situ berarti Generasi, jadi ketika anda
mendengar ada orang yang berbicara mengenai jaringan 4G, maka itu artinya
mereka sedang membicarakan mengenai jaringan wireless berbasis pada teknologi
jaringan generasi ke 4.
Perjalanan Generasi
G stands for Generation and is related to data transmission speed
G stands for Generation and is related to data transmission speed
1. 1G -
Original analog cellular for voice (AMPS, NMT, TACS) 14.4 kbps
2. 2G -
Digital narrowband circuit data (TDMA, CDMA) 9-14.4 kbps
3. 2.5G -
Packet data onto a 2G network (GPRS, EDGE) 20-40 kpbs
4. 3G -
Digital broadband packet data (CDMA, EV-DO, UMTS, EDGE) 500-700 kbps
5. 3.5G -
Replacement for EDGE is HSPA 1-3 mbps and HSDPA up to 7.2Mbps
6. 4G -
Digital broadband packet data all IP (Wi-Fi, WIMAX, LTE) 3-5 mbps
7. 5G -
Gigabit per second in a few years (?) 1+ gbps
- GPRS (General Packet Radio Service) : suatu teknologi yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan paket data. GPRS sering disebut dengan teknologi 2.5G. Fasilitas yang diberikan oleh GPRS : e-mail, mms (pesan gambar), browsing, internet. Secara teori GPRS memberikan kecepatan akses antara 56kbps sampai 115kbps.
- EDGE (Enhanced Data for Global Evolution) : teknologi perkembangan dari GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing).
- UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service) : perkembangan selanjutnya dari EDGE. UMTS sering disebut generasi ke tiga (3G). Selain menyediakan fasilitas akses internet (e-mail, mms, dan browsing), UMTS juga menyediakan fasilitas video streaming, video conference, dan video calling*). Secara teori kecepatan akses UMTS sekitar 480kbps.
- HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) merupakan perkembangan akses data selanjutnya dari 3G. HSDPA sering disebut dengan generasi 3.5 (3.5G) karena HSDPA masih berjalan pada platform 3G. Secara teori kecepatan akses data HSDPA sama seperti 480kbps, tapi pastinya HSDPA lebih cepat lah. Kalau gak lebih cepat apa gunanya menciptakan HSDPA. Semakin baru tekonologi pastinya semakin bagus.
Perkembangan
teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut :
1. Generasi
pertama : hampir seluruh sistem pada generasi ini merupakan sistem analog
dengan kecepatan rendah (low-speed) dan suara sebagai objek utama. Contoh: NMT
(Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).
2. Generasi
kedua : dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah -
menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. Antara generasi kedua dan
generasi ketiga, sering disisipkan Generasi 2,5 yaitu digital, kecepatan
menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang masuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis
data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate
for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain
CDMA.
3. Generasi
ketiga : digital, mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed)
dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau
dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.
4. Generasi
keempat: 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G dimana kecepatan transfer
datanya dipastikan lebih cepat dibanding 3G.
Global System for Mobile
Communications (GSM)
GSM
adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM
banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam.
Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi
berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada
tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai
teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.
Sejarah dan perkembangan GSM
GSM
muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi
selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication Standard
Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru dapat dimulai pada awal
kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh
pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar. Pada September 1992,
standar type approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan
memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM. Pada awal
pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang
sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah
perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi
frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan
yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin
kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya
radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian GSM
kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan
sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System)
dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannnya standar
sistem komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak
hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin
bertambah. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5
triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai sistem
telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Keunggulan GSM sebagai Teknologi Generasi Kedua (2G)
GSM,
sebagai sistem telekomunikasi selular digital memiliki keunggulan yang jauh
lebih banyak dibanding sistem analog, di antaranya:
- Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan teknologi digital di mana penggunaan sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja sehingga saat pengguna tidak mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh pengguna lain.
- Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan roaming mancanegara.
- Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara, tapi memungkinkan servis lain seperti teks, gambar, dan video.
- Keamanan sistem yang lebih baik
- Kualitas suara lebih jernih dan peka
- Mobile (dapat dibawa ke mana-mana)
Bagaimanapun,
keunggulan GSM yang beragam pantas saja membuatnya menjadi sistem
telekomunikasi selular terbesar penggunanya di seluruh dunia.
Code Division Multiple
Access (CDMA)
Code
division multiple access (CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan
sebuah skema pemodulasian) dan sebuah metodeakses secara bersama yang membagi
kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA) atau frekuensi (seperti pada
FDMA), namun dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang
diasosiasikan dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi
konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan pemultipleksan.
Dalam
perkembangan teknologi telekomunikasi telepon selular terutama yang berkaitan
dengan generasi ketiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan masa depan.
Penggunaan di dalam telepon bergerak
Sejumlah
istilah yang berbeda digunakan untuk mengacu pada penerapan CDMA. Standar
pertama yang diprakarsai oleh QUALCOMM dikenal sebagai IS-95, IS mengacu pada
sebuah Standar Interim dari Asosiasi Industri Telekomunikasi
(Telecommunications Industry Association, TIA) yang terakreditasi oleh American
National Standards Institute (ANSI)[1]. IS-95 sering disebut sebagai 2G atau
seluler generasi kedua. Merk dagang cdmaOne dari QUALCOMM juga digunakan untuk
menyebut standar 2G CDMA.
Setelah
beberapa kali revisi, IS-95 digantikan oleh standar IS-2000. Standar ini
diperkenalkan untuk memenuhi beberapa kriteria yang ada dalam spesifikasi
IMT-2000 untuk 3G, atau selular generasi ketiga. Standar ini juga disebut
sebagai 1xRTT yang secara sederhana berarti "1 times Radio Transmission
Technology" yang mengindikasikan bahwa IS-2000 menggunakan kanal bersama
1.25-MHz sebagaimana yang digunakan standar IS-95 yang asli. Suatu skema
terkait yang disebut 3xRTT menggunakan tiga kanal pembawa 1.25-MHz menjadi sebuah
lebar pita 3.75-MHz yang memungkinkan laju letupan data (data burst rates) yang
lebih tinggi untuk seorang pengguna individual, namun skema 3xRTT belum
digunakan secara komersil. Yang terbaru, QUALCOMM telah memimpin penciptaan
teknologi baru berbasis CDMA yang dinamakan 1xEV-DO, atau IS-856, yang mampu
menyediakan laju transmisi paket data yang lebih tinggi seperti yang
dipersyaratkan oleh IMT-2000 dan diinginkan oleh para operator jaringan
nirkabel.
System
CDMA QUALCOMM meliputi sinyal waktu yang sangat akurat (biasanya mengacu pada
sebuah receiver GPS pada stasiun pusat sel (cell base station)), sehingga jam
berbasis telepon seluler CDMA adalah jenis jam radio yang semakin populer untuk
digunakan pada jaringan komputer. Keuntungan utama menggunakan sinyal telepon
seluler CDMA untuk keperluan jam referensi adalah bahwa mereka akan bekerja
lebih baik di dalam bangunan, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk memasang
sebuah antena GPS di luar bangunan.
Aplikasi
penting lain daripada CDMA, mendahului dan seluruhnya berbeda dengan seluler
CDMA, adalah Global Positioning System, GPS.
Fitur CDMA
- Sinyal pesan pita sempit (narrowband) akan digandakan dengan penyebaran sinyal pita lebar (wideband) atau pseudonoise code
- Setiap user mempunyai pseudonoise (PN) code sendiri sendiri.
- Soft capacity limit: performansi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu nomer pengguna meningkat.
- Near-far problem (masalah dekat-jauh)
- Interference terbatas:kontrol daya sangat diperlukan
- Lebar bandwidth menimbulkan keaneka ragaman,sehingga meggunakan rake receiver
- Akan membutuhkan semua komputer yang pernah dibuat oleh manusia diatas bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam sistem CDMA








No comments:
Post a Comment